Jumat, 22 November 2013

MAKALAH EKONOMI SYARIAH

MAKALAH
EKONOMI SYARIAH


OLEH:
SULFADLI
02120110017

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2013


KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

            Shalawat dan salam penulis kirimkan atas junjungan Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah yang mengantarkan kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang menerang sehingga dapat kami ketahui yang mana yang hak dan yang mana yang bathil.

            Penulis tak lupa ucapkan terimah kasih kepada Dosen dan teman-teman kami yang telah memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kami mudah-mudahan Allah SWT memberikan pahala di sisinya, Amin.!




Makassar, 20 April 2013



Penyusun








BAB. I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya sistem Ekonomi Kapitalismeem dengan sistem ekonomi islam Negara Indonesia akan lebih makmur dan kita ketahui pula bahwa hamper 100% penduduk Indonesia adalah beragama islam. Makalah ini akan membahas tentang apa system ekonomi Islam/syariah itu.

B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah berdasarkan latar belakang diatas adalah sebagai berikut:
a.       Defenisi Ekonomi Islam/Syariah.
b.      Perbedaan Ekonomi Islam dengan ekonomi kovensional (ortodok)
c.       Sejarah Tentang Sistem Ekonomi Islam/Syariah

C.           TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
a.                Untuk mengetahui defenisi islam/syariah.
b.              Untuk mengetahui perbedaan islam dengan ekonomi konvensional (ortodok).
c.               Untuk mengetahui tentang sistem ekonomi islam/syariah.
















BAB. II
PEMBAHASAN

A.    Defenisi Ekonomi Islam/Syariah 

Muhammad  Abdul  Mannan
"Ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomirakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam".

M. M  Metwally
"Ekonomi Islam dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari per4ilaku muslim (yang beriman)dalam suatu masyarakat Islam yang mengikuti Al Quran,Hadits Nabi,Ijma dan Qiyas".

Hasanuzzaman
"Ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber daya material sehingga tercipta kepuasanmanusia dan memungkinkan mereka menjalankan perintah Allah dan masyarakat". 

B.     Sejarah Tentang Sistem Ekonomi Islam/Syariah

 Dengan hancurnya komunisme dan sistem ekonomi sosialis pada awal tahun 90-an membuatsistem kapitalisme disanjung sebagai satu-satunya sistem ekonomi yang sahih. Tetapi ternyata, sistemekonomi kapitalis membawa akibat negatif dan lebih buruk, karena banyak negara miskin bertambahmiskin dan negara kaya yang jumlahnya relatif sedikit semakin kaya.Dengan kata lain, kapitalis gagal meningkatkan harkat hidup orang banyak terutama di negara-negaraberkembang. Bahkan menurut Joseph E. Stiglitz (2006) kegagalan ekonomi Amerika dekade 90-ankarena keserakahan kapitalisme ini. Ketidakberhasilan secara penuh dari sistem-sistem ekonomi yangada disebabkan karena masing-masing sistem ekonomi mempunyai kelemahan atau kekurangan yanglebih besar dibandingkan dengan kelebihan masing-masing. Kelemahan atau kekurangan dari masing-masing sistem ekonomi tersebut lebih menonjol ketimbang kelebihannya.Karena kelemahannya atau kekurangannya lebih menonjol daripada kebaikan itulah yangmenyebabkan muncul pemikiran baru tentang sistem ekonomi terutama dikalangan negara-negaramuslim atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu sistem ekonomisyariah. Negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim mencoba untuk mewujudkan suatu
 
sistem ekonomi yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist, yaitu sistem ekonomi Syariah yang telahberhasil membawa umat muslim pada zaman Rasulullah meningkatkan perekonomian di ZazirahArab. Dari pemikiran yang didasarkan pada Al-quran dan Hadist tersebut, saat ini sedangdikembangkan Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah di banyak negara Islam termasuk diIndonesia.Ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah merupakan perwujudan dari paradigma Islam.Pengembangan ekonomi Syariah dan Sistem Ekonomi Syariah bukan untuk menyaingi sistemekonomi kapitalis atau sistem ekonomi sosialis, tetapi lebih ditujukan untuk mencari suatu sistemekonomi yang mempunyai kelebihan-kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan dari sistemekonomi yang telah ada. Islam diturunkan ke muka bumi ini dimaksudkan untuk mengatur hidupmanusia guna mewujudkan ketentraman hidup dan kebahagiaan umat di dunia dan di akhirat sebagainilai ekonomi tertinggi. Umat di sini tidak semata-mata umat Muslim tetapi, seluruh umat yang ada dimuka bumi. Ketentraman hidup tidak hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan hidup secaramelimpah ruah di dunia, tetapi juga dapat memenuhi ketentraman jiwa sebagai bekal di akhirat nanti.Jadi harus ada keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia dengan kebutuhan untuk akhirat

Tiga Prinsip Dasar Yang Menyangkut sistem ekonomi Syariah menurut Islam.
1.      Tauhid 
Prinsip ini merefleksikan bahwa penguasa dan pemilik tunggal atas jagad raya ini adalahAllah SWT.
2.      Khilafah
Mempresentasikan bahwa manusia adalah khalifah atau wakil Allah di muka bumi inidengan dianugerahi seperangkat potensi spiritual dan mental serta kelengkapan sumberdaya materiyang dapat digunakan untuk hidup dalam rangka menyebarkan misi hidupnya.
3.      Adalah
merupakan bagian yang integral dengan tujuan syariah (maqasid al-Syariah). Konsekuensidari prinsip Khilafah dan µAdalah menuntut bahwa semua sumberdaya yang merupakan amanah dariAllah harus digunakan untuk merefleksikan tujuan syariah antara lain yaitu; pemenuhan kebutuhan(need fullfillment), menghargai sumber pendapatan (recpectable source of earning), distribusipendapatan dan kesejah-teraan yang merata (equitable distribution of income and wealth) sertastabilitas dan pertumbuhan (growth and stability).

Sifat-sifat dalam system ekionomi islam.
1.      Kesatuan (unity)
2.      Keseimbangan (equilibrium)
3.      Kebebasan (free will)
4.      Tanggungjawab (responsibility)



C.     PERBEDAAN EKONOMI ISLAM DENGAN EKONOMI KOVENSIONAL (ORTODOK)

Kalau ekonomi Islam sebagai kritik ekonomi ortodok sama artinya ekonomi Islam diletakkansebagai salah satu varian dari ekonomi heterodok.[1] Bila ekonomi Islam sebagai ekonomi heterodok,sama artinya kemunculan ekonomi Islam karena adanya ekonomi ortodok. Namun kalau ekonomiIslam menolak masuk sebagai varian dari ekonomi heterodok, ekonomi Islam masuk sebagai ilmuortodok ataupun berposisi sejajar sebagai ilmu ekonomi ortodok.Literatur Barat lebih condong meletakkan ekonomi Islam sebagai ekonomi heterodok dikarenakandianggap memenuhi syarat sebagai varian baru dalam ilmu ekonomi yang keberadaan sebagai kritik ekonomi ortodok. Oleh karenanya ekonomi Islam cenderung diidentik sebagai ekonomi heterodok Disamping itu, ekonomi Islam oleh sementara pihak dianggap mewakili pemikiran yang berbasiskanpada agama. Hal ini memenuhi syarat sebagai ekonomi heterodok yang tumbuhnya karena kritik terhadap problem moral dalam ekonomi ortodok. Bagi ortodok moralitas adalah unscientific conceptyang tidak terindentifikasi dalam metode keilmuwan yang dimilikinya. [2]Kemajuan ekonomi ortodok membuahkan sentimen bagi pendukung ekonomi Islam. Sentimen yangtumbuh dari sikap emosional ini yang menyeret pada usaha untuk mencari cara menundukkanekonomi ortodok dengan mengunakan standar/metode ekonomi ortodok sebagai standar kemajuanekonomi Islam. Akibatnya ekonomi Islam mengunakan ukuran kemajuan menurut ukuran ekonomiortodok sebagai upaya untuk mengalahkan ekonomi ortodok. Dampaknya ekonomi Islam terseretpada logika pembandingan yang lebih mempengaruhi ekonomi Islam untuk bersikap pragmatis. Sikappragmatis dilakukan ekonomi Islam untuk bersaing dengan ekonomi konvensional adalah denganmengunakan model ekonomi yang digunakan oleh ekonomi ortodok.[3]Namun, membangun ekonomi Islam dengan cara membangun sistem ekonomi yang telah dimilikiekonomi ortodok merupakan dampak tersanderanya logika ekonomi Islam untuk mengikuti polaperkembangan ekonomi ortodok di berbagai aspek. Padahah ekonomi Islam dan ekonomi ortodok tidak bisa diperbandingkan karena kedua memiliki perbedaaan dasar. Oleh karena itu ekonomi Islamtidak bisa mengikuti pola perkembangan ekonomi ortodok.
Adapun perbedaan yang mendasar antaraekonomi Islam dan ekonomi ortodok adalah sebagai berikut:
a.  Sumber hukum yang berbeda
Sumber hukum ekonomi Islam adalah al quran dan al hadist. Al quran merupakan wahyuAllah yang diturunkan melalui Jibril kepada Muhammad SAW untuk disampaikan pada manusia.Hadist merupakan ucapan dan tindakan Rasulullah sebagai manusia pilihan Allah untuk menjadiutusannya. Al quran dan al hadist memiliki nilai universal yang tidak hanya berisikan kaidah ekonominamun segenap dimensi kehidupan manusia, tidak saja menjelaskan kehidupan di masa RasulullahSAW tetapi juga menjelaskan kehidupan sebelum dan sesudah kehidupan manusia di dunia.
Ilmu ekonomi ortodok yang tidak di dasarkan atas wahyu lebih banyak mengunakan konteks masalahdimana pemikiran ekonomi tersebut hidup. Mereka mengunakan teori yang berasal dari asumsi-asumsi yang dibangun oleh sejarah pada waktu teori tersebut ditemukan. Maka karakter pemikiran-pemikiran ekonomi ortodok sangat dipengaruhi oleh latar beakang kehidupan mereka, seperti theWealth of Nation yang disusun Adam Smith menunjukan pengaruh filsafat hukum kodrat dalampemikirannya. [4] Demikian juga pengaruh latar belakang birokrasi yang mempengaruhi John MKeynes dalam menyusun bukunya the General Theory, demikian juga dengan pemikiran ekonomiortodok yang lain yang menjadi sumber hukum ekonomi lainnya.Pemikiran ekonom-ekonom Barat²demikian juga dengan ekonomi Muslim² bias terhadapsejarah hidup mereka. Maka untuk menjadi dari sumber hukum ekonomi secara umum karena ilmuekonomi cenderung berkembang dari waktu ke waktu sehingga dibutuhkan sumber hukum yangmampu mengakomodasi berbagai perubahan-perubahan tersebut. Al quran sebagai wahyu Allah SWTsebagai sumber hukum ekonomi karena Allah SWT pemilik kebenaran dari segala kemungkinankecenderunga atas semua perbuatan manusia.

b. Lahir pada waktu yang berbeda.
Ekonomi Islam lahir sejak Rasulullah SAW (569-632) menyebarkan ajaran Islam padamasyarakat Mekah dan Madinah,[5] kemudian di lanjutkan oleh khulafaurashidin yang membangunpemerintahan selama 29 tahun, dari 632 sampai 661 masehi. Seterusnya di lanjutkan oleh baniUmayah dari tahun 661 sampai 750, muncul ekonomi Zayd bin Ali (738). Di masa bani Abbasiyahdari 7 tahun, dari 750 sampai 1258 masehi muncul ekonomi muslim seperti Abu Hanifah (767); Al-Awza¶I (774), Imam Malik (Madinah:796) ; Abu Yusuf (798); Muhammad bin Hasan al-Shaibani(804) dan sebagainya. Akhirnya pada abad 11 muncul ekonom muslim yang cukup populer seperti,ibnu Khaldum (1040) Al Ghazali (1111) sampai Shah Waliullah (1762).[6]Melalui transformasi pengetahuan akhirnya pengetahuan Islam bisa masuk ke Barat lewat Spanyol,Andalusia, Sisillia.[7] Perkembangan pemikiran ekonomi Barat mulai tumbuh pada abad 12 yangdimulai munculnya pemikiran ekonomi paham Scholastik (12-15) dengan tokohnya Thomas Aquinas.Dimana pada saat itu pusat pengetahuan ada di kalangan pendeta sebagai pemegang legitimasipengetahuan. Merkantilis (1500-1770) dengan tokohnya Thomas Mun, Malynes, Davenant, Colbertdan Petty. Psiokratis (1756-1776) dengan tokohnya Quesnay dan Turgot. Kemudian disusul denganekonom klasik Adam Smith (1776) Krisis ekonomi pada 1930 memicu perubahan dunia akanpemikiran ekonomi klasik dengan munculnya. JM Keynes melalui General Theory of Employment,Interets and Money (1936) sebagai antitesis dari pemikiran Adam Smith yang pro pasar Seterusnyamuncul varian-varian baru dalam pemikiran ekonomi sebagai kritik atas keberadaan ekonomimainstrem [8] Kemunculan ekonomi Islam bukan karena ekonomi ortodok, karena sejarah membuktikan bahwakemunculan ekonomi Islam sejak Rasulullah SAW hidup. Ekonomi Islam merupakan bagian integralajaran Islam, bukan dampak dari sebuah keadaan yang memaksa kemunculannya, jadi bukan karenaekonomi ortodok yang memaksa kehadiran ekonomi Islam.

c.  Kemajuan yang berbeda
 Kemajuan ekononomi Islam sudah ada sejak Rasulullah SAW memimpin umat Islam,demikian juga di masa khulafaurahidin. Di masa Abbasiyah puncak kejayaan Islam pada masa Umar bin Abdul Aziz atau Umar II (717-720). Di masa Umayah kejayaan berada pada masa Harun alRasyid (786-809). Kemajuan pada periode pemerintah yang berbeda tersebut dibuktikan denganditemukan beberapa penemuan baru dibidang intelektual, budaya dan perdagangan yang dicapai diseluruh ranah Islam pada tahun 800 hingga 1600. Kemajuan Islam mengubah kota Damaskus,Baghdad , Kairo, dan Kordoba menjadi kota utama pengetahuan dan perdagangan. [9]Penemuan teknologi pada abad pertengahan karena kebutuhan umat, seperti ditemukan kompas,teropong, kertas dan lain sebagainya. Penemuan-penemuan ini dilandasi usaha untuk menjawabberbagai masalah yang masyarakat hadapi pada jamannya. Kompas ditemukan karena kebutuhanuntuk menunjuk arah ketika umat Islam menyeberangi lautan untuk berniaga atau meluaskanwilayahnya. Teropong untuk melihat bulan untuk menentukan akhir bulan Ramadhan. Kertasditemukan karena kebutuhan dalam pencatatan transaksi dalam perniagaan Demikian jugaditemukannya alat-alat modern yang lain disebabkan oleh usaha untuk untuk mendapatkan solusi daribanyaknya masalah-masalah kehidupan yang umat Islam alami pada jamannya.Demikian pula tumbuhnya pemikiran ekonomi pada masa Rasulullah SAW, khulafaurahidin, masakekhalifaha sebagai upaya menjawab persoalan-persoan ekonomi yang ada di jamannya.Kecenderungan ada pengaruh latar-belakang kehidupan dalam teori-teori ekonomi pada ekonomMuslim nampak dari karya-karya yang di kemukakan. Pengaruh tersebut berupa pengaruh pemikiran,pengaruh geografi, dan pengaruh jabatan/pekerjaan menjadi bagian penting dalam merumuskanpemikiran-pemikiran ekonomi yang mereka pahami.[10]Berbagai pemikiran ekonomi dan penemuan teknologi oleh umat Islam terutama pada abadpertengahan bukan dikarenakan ekonomi ortodok, yang menimbulkan sikap untuk menyaingi danmengungguli ekonomi ortodok yang memang belum ada pada masa itu. Kemajuan Islam denganditemukan pemikiran dan teknologi pada abad pertengahan dikarenakan kebutuhan masyarakat akanperlunya teknologi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tumbuhnya ekonomi Islam bukan karena adanyaekonomi ortodok tetapi karena kebutuhan umat manusia.

d. Makna istilah yang berbeda
 Islam memiliki definisi, makna dan ukuran yang berbeda dengan ekonomi ortodok Islamisasibisa dilakukan bila umat Islam melepaskan diri berbagai unsur selain yang berhubungan dengan Islam. Islamisasi di lakukan dalam usaha menemukan kembali definisi, makan dan ukuran sesuatuunsur, komponen, obyek menurut Islam Oleh karenanya Islamisasi menurut Naquib (1978)adalah
liberation of man first from magical, mythological, animistic, national-cultural tradition(opposed to Islam), and then from secular control over his reason and language.[11] Dengan bahasalain Islamisasi adalah usaha untuk melepaskan dari berbagai pemahaman manusia yang didasarkaninterpretasi ideologi sekular; dan dari makna dan ekspresi sekuler. [12]Istilah-istilah ekonomi dalam ekonomi Islam memiliki definisi, makna, dan ukuran berbeda denganekonomi ortodok. Selama istilah-istilah ekonomi Islam dan ekonomi ortodok definisi, makna danukurannya sama maka syarat untuk melakukan Islamisasi dalam bidang ekonomi menemui kegagalan.Ekonomi ortodok menguasai ekonomi dunia, maka istilah-itilah ekonomi termanipulasi olehpemaknaan ekonomi ortodok yang cenderung mengandung sifat rasionalis, individualis dankeseimbangan. Selama pengunaan istilah ekonomi dikuasai peristilahan ekonomi ortodok maka logikaekonomi Islam akan dikuasai oleh ekonomi ortodok.Walaupun belum tentu istilah ekonomi dalam ekonomi Islam dan ekonomi ortodok berbeda namunharus dimaklumi bahwa ada berbedaan definis, makna, dan ukuran pasti ada. Seperti makna dalamistilah kemajuan, kesejahteraan, pertumbuhan, pengangguran, kemiskinan, bahkan tidak menutupkemungkinan istilah-istilah yang berkaitan masih dipengaruhi mengunakan definisi, makna danukuran ekonomi ortodok. Bila istilah ekonomi yang di gunakan ekonomi Islam sama dengan ekonomiortodok makna ekonomi Islam bukan hanya secara filosofi ekonomi Islam sulit dibedakan denganekonomi ortodok tetapi juga secara teknis.Akhir kata, ekonomi Islam dan ekonomi ortodok tidak bisa dibandingkan karena berbedaan sumber hukum, sejarah, kemajuan dan istilah. Usaha membandingkan sama maknanya mempersamakankeduanya objek yang jelas dalam posisi yang berbeda. Tidak mungkin membandingkan denganobjektif sesuatu yang sudah jelas berbeda. Artinya objektifitas tidak akan kita dapatkan dalammembandingkan ekonomi Islam dengan ekonomi ortodok karena kita membandingkan dua objek yang jelas tidak sama.Wallahu a¶lam









          BAB. III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari Sifat-sifat dalam system ekionomi islam.
1.      Kesatuan (unity)
2.      Keseimbangan (equilibrium)
3.      Kebebasan (free will)
4.      Tanggungjawab (responsibility)

B.     KESAN DAN SARAN

a.       Kesan.
Kami sangat berterimah kasih kepada Dosen yang telah memberikan kita masukan sehingga kami dapat memahami materi tentang ekonomi syariah.
b.      Saran.
Sebaiknya dalam proses pembelajaran ekonomi syariah dibuatkan silabus
                         agar kami mendapatkan pemahaman lebih dalam.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar