Jumat, 22 November 2013

MAKALAH MASYARAKAT MADANI


MAKALAH
MASYARAKAT MADANI


OLEH:
SULFADLI
02120110017

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2013




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karuniah-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini menyajikan tulisan tentang Indonesia menuju masyarakat madani khususnya kajian tentang peluang dan tantangan.
Masyarakat madani akan terwujud manakala terjadi tatanan masyarakat yang harmonis, yang bebas dari eksploitasi dan penindasan. Pendek kata, masyarakat madani ialah kondisi suatu komunitas yang jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. Mungkinkah hal ini terjadi di Indonesia ?
Sehubungan dengan hal itu, melalui tugas ini saya mencoba untuk mengkaji dan mengamati lebih jauh mengenai kemungkinan terwujudnya masyarakat madani di Indonesia. Semoga makalah ini dapat membantu dan bermanfaat untuk lebih memahami mengenai bagaimana peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani.

Makassar, 25 Mei 2012


Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
BAB       I      PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A.       Latar Belakang ..........................................................................         1
B.       Rumusan Masalah ............................................................................ 1
BAB       II     PEMBAHASAN ...................................................................................... 2
A.       Pengertian Masyarakat Madani ................................................. ....... 2
B.       Persyaratan Menuju Masyarakat Madani ................................... ....... 2
C.       Tantangan dan Kendala yang Dihadapi Indonesia
Menuju Masyarakat Madani ...................................................... ....... 3
D.       Mampukah Indonesia Menuju Masyarakat Madani........................... 4
E.        Upaya yang Harus Dilakukan Untuk Menuju Masyarakat
Madani Indonesia ..................................................................... ....... 4
F.        Peranan Umat Islam Dalam Mewujudkan Masyarakat 
  Madani Indonesia ..................................................................... ....... 5      
BAB       III   PENUTUP ........................................................................................ ....... 6
A.       KESIMPULAN ......................................................................... ....... 6
B.       SARAN ..................................................................................... ....... 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ ....... 7









BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya pemerintahan demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security, terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat, berkembangnya modal manusia dan modal sosial yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan, tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.
Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak asasi manusia.
Di Indonesia, dalam mewujudkan masyarakat madani  masih banyak pihak meragukannya karena formatnya pun belum jelas dan masih banyak persyaratan-persyaratan yang belum terpenuhi dan mesti diperjuangkan.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah pengertian dari masyarakat madani ?
2.      Apa saja persyaratan menuju masyarakat madani ?
3.      Apa tantangan dan kendala bangsa Indonesia dalam membentuk masyarakat madani ?
4.      Mungkinkah Indonesia mampu mewujudkan masyarakat madani ?
5.      Apa upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan masyarakat madani Indonesia ?
6.      Bagaimana peranan umat Islam dalam mewujudkan masyarakat madani Indonesia?



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Allah SWT memberikan gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya dalam Q.S. Saba’ ayat 15 :
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.
B.  Persyaratan Menuju  Masyarakat Madani
Masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya.
Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya pemerintahan demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security.
Apabila diurai, dua kriteria tersebut menjadi tujuh prasyarat masyarakat madani sebagai berikut:
1.      Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat.
2.      Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (social capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinnya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok.
3.      Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan; dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
4.      Adanya hak, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan.
5.      Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.
6.      Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
7.      Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.
Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak asasi manusia. Dengan kata lain, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani.
C.    Tantangan dan Kendala yang Dihadapi Indonesia Menuju Masyarakat Madani
1.      Masih rendahnya minat partisipasi warga masyarakat terhadap kehidupan politik Indonesia dan kurangnya rasa nasionalisme yang kurang peduli dengan masalah-masalah yang dihadapi negara Indonesia sehingga sulit untuk menerapkan masyarakat yang memiliki akses penuh dalam kegiatan publik, melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat dan berkumpul serta menyampaikan informasi kepada publik.
2.      Masih kurangnya sikap toleransi baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun beragama
3.      Masih kurangnya kesadaran Individu dalam keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak dan kewajiban
Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia diantaranya :
1.      Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata.
2.      Masih rendahnya pendidikan politik masyarakat.
3.      Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil pasca krisis moneter.
4.      Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas.
5.      Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dalam jumlah yang besar.
6.      Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi.
D.    Mampukah Indonesia Menuju Masyarakat Madani ?
Digulirkannya istilah masyarakat madani pada tahun 1995 oleh Datuk Anwar Ibrahim, yang kemudian diikuti oleh Nurcholis Madjid (Mahasin, 1995: ix), sejak itu pula upaya untuk mewujudkan masyarakat madani telah “menggoda” dan memotivasi para pakar pendidikan untuk menata dan mencari masukan guna mewujudkan masyarakat madani yang dimaksud.
Namun, pihak-pihak yang skeptis meragukan keberhasilan bangsa Indonesia mewujudkan masyarakat madani. Dalam hal ini, masyarakat madani adalah sebuah impian (dream) suatu komunitas tertentu. Oleh karena itu, banyak pihak meragukan upaya bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani yang diharapkannya, karena formatnya pun belum jelas. Banyak pihak memberikan dugaan bahwa Indonesia masih akan jauh dari pembentukan masyarakat madani karena demokratisasi pendidikan belum berjalan lancar, sistem pendidikannya masih menerapkan faham kekuasaan, masih terlalu berbau feodal, dan belum memperhatikan aspirasi kemajemukan peserta didik secara memadai dan masih banyak lagi  tantangan lain yang dihadapi oleh bangsa kita dalam mewujudkan cita-cita menuju masyarakat madani sebagaimana yang telah di paparkan di atas.
Oleh karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa ini supaya dapat membuat suatu perubahan secara signifikan yang dapat menunjang terwujudnya masyarakat madani.
E.     Upaya yang Harus Dilakukan Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Indonesia
Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia, maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas, demokratis, dan religius dengan bercirikan imtak, kritis argumentatif, dan kreatif, berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan, menerima semangat Bhineka Tunggal Ika, berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara jujur-adil, menyikapi  media massa secara kritis dan objektif, berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis,berani dan mampu menjadi saksi, memiliki pengertian kesejagatan, mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat, memahami daerah Indonesia saat ini, mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya.
F.     Peran Umat Islam Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Di Indonesia
Dalam konteks masyarakat Indonesia , dimana umat islam adalah mayoritas, peranan umat islam dalam mewujudkan masarakat madani sangat besar. Kondisi masyarakat Indonesia sangat bergantung  pada konstribusi yang diberikan oleh umat Islam. Peranan umat islam itu dapat direalisasikan melalui jalur hukum, sosial politik, sosial ekonomi, dan lainnya. Sistem hukum,social politik, ekonomi dan yang lain di Indonesia, memberikan ruang kepada umat islam untuk menyalurkan aspirasinya secara konstruktif bagi kepentingan bangsa secara keseluruhan.
Permasalahan pokok yang menjadi kendala saat ini adalah kemampuan dan konsistensi umat Islam terhadap karakter dasarnya, untuk ,mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui jalur-jalur yang ada. Sekalipun umat islam secara kuantitatif mayoritas, tetapi secara kualitatif masih rendah, sehingga perlu pamberdayaan secara sistematis. Sikap amar ma’ruf dan nahi munkar juga masih sangat lemah. Hal itu dapat dilihat dari fenomen-fenomena sosial yang sering bertentangan dengan ajaran Islam, seperti angka kriminalitas yang tinggi, korupsi yang terjadi di semua sektor, dan kurangnya rasa aman.
Jika umat Islam Indonesia benar-benar mencerminkan  sikap hidup yang islami, pasti bangsa indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat dan sejahtera.

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Untuk mewujudkan masyarakat madani dan agar terciptanya kesejahteraan umat maka kita sebagai generasi penerus supaya dapat membuat suatu perubahan yang signifikan. Selain itu, kita juga harus dapat menyesuaikan diri dengan apa yang sedang terjadi di masyarakat sekarang ini. Agar di dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak ketinggalan berita. Sebelumnya kita harus mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan masyarakat madani itu dan bagaimana cara menciptakan suasana pada masyarakat madani tersebut.
Selain memahami apa itu masyarakat madani kita juga harus melihat pada potensi manusia yang ada di masyarakat, khususnya di Indonesia. Potensi yang ada di dalam diri manusia sangat mendukung kita untuk mewujudkan masyarakat madani. Karena semakin besar potensi yang dimiliki oleh seseorang dalam membangun suatu negara maka akan semakin baik pula hasilnya. Begitu pula sebaliknya, apabila seseorang memiliki potensi yang kurang di dalam membangun negaranya maka hasilnya pun tidak akan memuaskan. Oleh karena itu, marilah kita berlomba-lomba dalam meningkatkan potensi diri melalui latihan-latihan spiritual dan praktik-praktik di masyarakat.


B.     Saran
Diharapkan kepada kita semua baik yang tua maupun yang muda agar dapat mewujudkan masyarakat madani di negeri kita yang tercinta ini yaitu Indonesia. Yakni melalui peningkatan kualiatas sumber daya manusia, potensi, dan perbaikan sistem ekonomi.






DAFTAR PUSTAKA
Suito, Deny, Membangun Masyarakat Madani, Centre For Moderate Muslim Indonesia: Jakarta : 2006.
Mansur, Hamdan, Materi Instrusional Pendidikan Agama Islam. Depag RI: Jakarta : 2004.

Kartiwa, Iwa.Masyarakat Madani”.

http://www.linkpdf.com/download /Masyarakat Madani « Sebuah Catatan Kecil. .htm.29 November 2011.pukul 11:10.

Hanifah, Mutia. Masyarakat Madani Indonesia

http//www.linkpdf.com/download/Masyarakat Madani.htm.29 November 2011. pukul 11:15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar