MAKALAH
MASYARAKAT MADANI

OLEH:
SULFADLI
02120110017
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2013
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas
segala rahmat dan karuniah-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini menyajikan tulisan tentang Indonesia menuju masyarakat madani
khususnya kajian tentang peluang dan tantangan.
Masyarakat
madani akan terwujud manakala terjadi tatanan masyarakat yang harmonis, yang
bebas dari eksploitasi dan penindasan. Pendek kata, masyarakat madani ialah
kondisi suatu komunitas yang jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. Mungkinkah
hal ini terjadi di Indonesia ?
Sehubungan
dengan hal itu, melalui tugas ini saya mencoba untuk mengkaji dan mengamati
lebih jauh mengenai kemungkinan terwujudnya masyarakat madani di Indonesia.
Semoga makalah ini dapat membantu dan bermanfaat untuk lebih memahami mengenai
bagaimana peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dalam mewujudkan
masyarakat madani.
Makassar, 25 Mei 2012
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A.
Latar
Belakang .......................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah ............................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 2
A.
Pengertian
Masyarakat Madani ................................................. ....... 2
B.
Persyaratan
Menuju Masyarakat Madani ................................... ....... 2
C.
Tantangan
dan Kendala yang Dihadapi Indonesia
Menuju Masyarakat Madani ...................................................... ....... 3
D.
Mampukah
Indonesia Menuju Masyarakat Madani........................... 4
E.
Upaya
yang Harus Dilakukan Untuk Menuju Masyarakat
Madani Indonesia ..................................................................... ....... 4
F.
Peranan
Umat Islam Dalam Mewujudkan Masyarakat
Madani
Indonesia ..................................................................... ....... 5
BAB III PENUTUP ........................................................................................ ....... 6
A.
KESIMPULAN
......................................................................... ....... 6
B.
SARAN
..................................................................................... ....... 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ ....... 7
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masyarakat madani adalah konsep
yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang
terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah
dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang
harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya pemerintahan
demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan masyarakat sipil
yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil
security, terpenuhinya kebutuhan dasar
individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat, berkembangnya modal manusia dan
modal sosial yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas
kehidupan, tidak
adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan serta tumbuhnya sikap
saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.
Tanpa prasyarat tesebut maka
masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Masyarakat madani akan
terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham
militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak asasi manusia.
Di
Indonesia, dalam mewujudkan masyarakat madani masih banyak pihak meragukannya karena formatnya
pun belum jelas dan masih banyak persyaratan-persyaratan yang belum terpenuhi
dan mesti diperjuangkan.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di
atas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Apakah
pengertian dari masyarakat madani ?
2.
Apa
saja persyaratan menuju masyarakat madani ?
3.
Apa
tantangan dan kendala bangsa Indonesia dalam membentuk masyarakat madani ?
4.
Mungkinkah
Indonesia mampu mewujudkan masyarakat madani ?
5.
Apa
upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan masyarakat madani Indonesia ?
6.
Bagaimana
peranan umat Islam dalam mewujudkan masyarakat madani Indonesia?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab,
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu
pengetahuan, dan teknologi. Allah SWT memberikan gambaran dari masyarakat madani
dengan firman-Nya dalam Q.S. Saba’ ayat 15
:
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda
(kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah
kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari
rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu)
adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.
B. Persyaratan
Menuju Masyarakat Madani
Masyarakat
madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan
hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan
kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang
seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program
pembangunan di wilayahnya.
Namun
demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa
udara, taken for granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang
dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus.
Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan
sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi
untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya pemerintahan demokratis yang
dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic masyarakat sipil yang
sanggup menjunjung nilai-nilai civil security.
Apabila diurai, dua kriteria
tersebut menjadi tujuh prasyarat masyarakat madani sebagai berikut:
1.
Terpenuhinya kebutuhan dasar
individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat.
2.
Berkembangnya modal manusia (human
capital) dan modal sosial (social capital) yang kondusif bagi terbentuknya
kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinnya kepercayaan dan
relasi sosial antar kelompok.
3.
Tidak adanya diskriminasi dalam
berbagai bidang pembangunan; dengan kata lain terbukanya akses terhadap
berbagai pelayanan sosial.
4.
Adanya hak, kemampuan dan kesempatan
bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum
dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan.
5.
Adanya kohesifitas antar kelompok
dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya
dan kepercayaan.
6.
Terselenggaranya sistem pemerintahan
yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara
produktif dan berkeadilan sosial.
7.
Adanya jaminan, kepastian dan
kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan
terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur, terbuka dan
terpercaya.
Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan
berhenti pada jargon. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat
“sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti
demokrasi dan sering melanggar hak asasi manusia. Dengan kata
lain, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan
masyarakat madani.
C.
Tantangan dan Kendala yang Dihadapi
Indonesia Menuju Masyarakat Madani
1.
Masih rendahnya minat partisipasi
warga masyarakat terhadap kehidupan politik Indonesia dan kurangnya rasa
nasionalisme yang kurang peduli dengan masalah-masalah yang dihadapi negara
Indonesia sehingga sulit untuk menerapkan masyarakat yang memiliki akses penuh
dalam kegiatan publik, melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan
pendapat, berserikat dan berkumpul serta menyampaikan informasi kepada publik.
2.
Masih kurangnya sikap toleransi baik
dalam kehidupan bermasyarakat maupun beragama
3.
Masih kurangnya kesadaran Individu
dalam keseimbangan dan pembagian yang proporsional antara hak dan kewajiban
Adapun yang masih menjadi kendala
dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia diantaranya :
1.
Kualitas SDM yang belum memadai
karena pendidikan yang belum merata.
2.
Masih rendahnya pendidikan politik
masyarakat.
3.
Kondisi ekonomi nasional yang belum
stabil pasca krisis moneter.
4.
Tingginya angkatan kerja yang belum
terserap karena lapangan kerja yang terbatas.
5.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
sepihak dalam jumlah yang besar.
6.
Kondisi sosial politik yang belum
pulih pasca reformasi.
D.
Mampukah
Indonesia Menuju Masyarakat Madani ?
Digulirkannya istilah masyarakat
madani pada tahun 1995 oleh Datuk Anwar Ibrahim, yang kemudian diikuti oleh
Nurcholis Madjid (Mahasin, 1995: ix), sejak itu pula upaya untuk mewujudkan
masyarakat madani telah “menggoda” dan memotivasi para pakar pendidikan untuk
menata dan mencari masukan guna mewujudkan masyarakat madani yang dimaksud.
Namun, pihak-pihak yang skeptis
meragukan keberhasilan bangsa Indonesia mewujudkan masyarakat madani. Dalam hal
ini, masyarakat madani adalah sebuah impian (dream) suatu komunitas
tertentu. Oleh karena itu, banyak pihak meragukan upaya bangsa Indonesia dalam
mewujudkan masyarakat madani yang diharapkannya, karena formatnya pun belum
jelas. Banyak pihak memberikan dugaan bahwa Indonesia masih akan jauh dari
pembentukan masyarakat madani karena demokratisasi pendidikan belum berjalan
lancar, sistem pendidikannya masih menerapkan faham kekuasaan, masih terlalu
berbau feodal, dan belum memperhatikan aspirasi kemajemukan peserta didik
secara memadai dan masih banyak lagi tantangan lain yang dihadapi oleh bangsa kita
dalam mewujudkan cita-cita menuju masyarakat madani sebagaimana yang telah di
paparkan di atas.
Oleh karena itu,
kita sebagai generasi penerus bangsa
ini supaya dapat membuat suatu perubahan secara signifikan yang dapat
menunjang terwujudnya masyarakat madani.
E.
Upaya yang Harus Dilakukan Untuk
Mewujudkan Masyarakat Madani Indonesia
Bangsa Indonesia berusaha untuk
mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil
yang demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat
madani di Indonesia, maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk
menjadi warga negara yang cerdas, demokratis, dan religius dengan bercirikan
imtak, kritis argumentatif, dan kreatif, berfikir dan berperasaan secara jernih
sesuai dengan aturan, menerima semangat Bhineka Tunggal Ika, berorganisasi
secara sadar dan bertanggung jawab, memilih calon pemimpin secara jujur-adil,
menyikapi media massa secara kritis dan
objektif, berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis,berani dan
mampu menjadi saksi, memiliki pengertian kesejagatan, mampu dan mau silih
asah-asih-asuh antara sejawat, memahami daerah Indonesia saat ini, mengenal
cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya.
F.
Peran Umat Islam Dalam Mewujudkan
Masyarakat Madani Di Indonesia
Dalam konteks masyarakat Indonesia
, dimana umat islam adalah mayoritas, peranan umat islam dalam mewujudkan
masarakat madani sangat besar. Kondisi masyarakat Indonesia sangat
bergantung pada konstribusi yang
diberikan oleh umat Islam. Peranan umat islam itu dapat direalisasikan melalui
jalur hukum, sosial politik, sosial ekonomi, dan lainnya. Sistem hukum,social
politik, ekonomi dan yang lain di Indonesia, memberikan ruang kepada umat islam
untuk menyalurkan aspirasinya secara konstruktif bagi kepentingan bangsa secara
keseluruhan.
Permasalahan pokok yang menjadi
kendala saat ini adalah kemampuan dan konsistensi umat Islam terhadap karakter
dasarnya, untuk ,mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara melalui jalur-jalur yang ada. Sekalipun umat islam secara kuantitatif
mayoritas, tetapi secara kualitatif masih rendah, sehingga perlu pamberdayaan
secara sistematis. Sikap amar ma’ruf
dan nahi munkar juga masih sangat
lemah. Hal itu dapat dilihat dari fenomen-fenomena sosial yang sering
bertentangan dengan ajaran Islam, seperti angka kriminalitas yang tinggi,
korupsi yang terjadi di semua sektor, dan kurangnya rasa aman.
Jika
umat Islam Indonesia benar-benar mencerminkan
sikap hidup yang islami, pasti bangsa indonesia bisa menjadi bangsa yang
kuat dan sejahtera.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Untuk
mewujudkan masyarakat madani dan agar terciptanya kesejahteraan umat maka kita
sebagai generasi penerus supaya dapat membuat suatu perubahan yang signifikan.
Selain itu, kita juga harus dapat menyesuaikan diri dengan apa yang sedang
terjadi di masyarakat sekarang ini. Agar di dalam kehidupan bermasyarakat kita
tidak ketinggalan berita. Sebelumnya kita harus mengetahui dulu apa yang
dimaksud dengan masyarakat madani itu dan bagaimana cara menciptakan suasana
pada masyarakat madani tersebut.
Selain
memahami apa itu masyarakat madani kita juga harus melihat pada potensi manusia
yang ada di masyarakat, khususnya di Indonesia. Potensi yang ada di dalam diri
manusia sangat mendukung kita untuk mewujudkan masyarakat madani. Karena
semakin besar potensi yang dimiliki oleh seseorang dalam membangun suatu negara maka akan
semakin baik pula hasilnya. Begitu pula sebaliknya, apabila seseorang memiliki
potensi yang kurang di dalam membangun negaranya maka hasilnya pun tidak akan memuaskan.
Oleh karena itu, marilah kita berlomba-lomba dalam meningkatkan potensi diri melalui latihan-latihan spiritual
dan praktik-praktik di masyarakat.
B. Saran
Diharapkan
kepada kita semua baik yang tua maupun yang muda agar dapat mewujudkan
masyarakat madani di negeri kita yang tercinta ini yaitu Indonesia. Yakni
melalui peningkatan kualiatas sumber daya manusia, potensi, dan perbaikan sistem ekonomi.
DAFTAR
PUSTAKA
Suito, Deny, Membangun Masyarakat Madani, Centre
For Moderate Muslim Indonesia: Jakarta
: 2006.
Mansur, Hamdan, Materi Instrusional Pendidikan Agama Islam. Depag RI: Jakarta
: 2004.
Kartiwa, Iwa.” Masyarakat Madani”.
http://www.linkpdf.com/download /Masyarakat Madani « Sebuah Catatan Kecil. .htm.29
November 2011.pukul 11:10.
Hanifah, Mutia. ”Masyarakat Madani Indonesia”
http//www.linkpdf.com/download/Masyarakat Madani.htm.29 November 2011.
pukul 11:15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar