Pengerahan Modal untuk
Pembagunan

Oleh:
Kelompok
VI
SULFADLI
:02120110017
MUHAMMAD RIJAL :02120110018
DEDY MANDALA PUTRA:02120110020
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2012
PENDAHULUAN
Menciptakan kesejahteraan adalah
tujuan dari pendirian suatu negara. Kesejahteraan akan menciptakan suatu
tatanan masyarakat madani yang beradab dan mempunyai budaya yang maju.
Kesejahteraan akan membuat stabilitas keamanan dan eksistensi sebuah negara
lebih terjamin. Kesejahteraan memang adalah tolak ukur nyata akan maju atau
tidaknya sebuah negara. Minimal ini yang dibuktikan oleh fakta yang terjadi
sekarang, dimana negara-negara dengan tingkat kesejahteraan tinggi, tampil
menjadi pemimpin dunia.
Untuk mencapai tatanan masyarakat yang
sejahtera, pembangunan ekonomi adalah salah satu kuncinya, walau ekonomi memang
bukan satu-satunya faktor pembentukan masyarakat madani. Pembangunan kualitas
sumber daya manusia juga merupakan kata kunci penting lainnya, tapi setidaknya
kestabilan kondisi ekonomi akan memberikan jaminan faktor-faktor lain untuk
berkembang menjadi lebih mudah.
Untuk menciptakan pembangunan
ekonomi, selain faktor modal, tersedianya tenaga ahli dalam berbagai bidang,
entrepreneur (pebisnis) yang cukup, sistem pemerintahan yang efisien,
kesanggupan untuk menciptakan dan menggunakan teknologi moderen dan sikap
masyarakat, memegang peranan yang tidak kalah penting dalam menciptakan
pembangunan ekonomi (Sukirno,1981). Bahkan, Adam Smith berpendapat bahwa
pembangunan ekonomi dipengaruhi oleh faktor Hukum Alam, karena setiap orang
jika dibiarkan bebas akan berusaha memaksimalkan kesejahteraan dirinya sendiri,
karena itu jika semua orang dibiarkan bebas, akan memaksimalkan kesejahteraan
mereka secara agregat (Jhingan, 2008).
BAB II
Pengerahan Modal untuk Pembagunan
A.
Sumber Dana Untuk Pembangunan
Tingkat kemakmuran yang
relative rendah di negara berkembang menimbulkan implikasi penting terhadap
kemampuan negara melakukan penanaman modal. Kemakmuran masyarakat yang rendah
tersebut menyebabkan.
1.
Tingkat tabungan yang dapat di wujudkan
masyarakat relative terbatas.
2.
Kemampuan warga untuk membayar pajak
juga terbatas.
Semakain lama negara
berkembang semakin menyadari bahwa tersedianya modal belumlah syarat yang cukup
untuk menciptakan pembangunan. Pada mulanya banyak kalangan menilai bahwa modal
memegang peranan yang sangat penting dan paling menentukan dalam menciptakan
pembangunan ekonomi. Namun demikian, walaupun diakui modal dalam pembangunan tidaklah
sepenting seperti anggapan semula, ahli-ahli ekonomi tetap yakin dana mempunyai
kedudukan istimewa dalam pembangunan. Usaha pengerahan modal untuk pembangunan
dapat dibedakan kepada pengarahan modal dalam negeri dan pengarahan modal luar
negeri. Modal yang berasal dari dalam negeri bersala dari tida sumber :
tabungan sukarela masyarakat, tabungan pemerintah dan tabungan paksa. Modal
yang berasal dari luar negeri dapat dibedakan dalam tiga jenis, yaitu
a. bantuan
luar negeri
b. pinjaman luar negeri
c. penanaman modal asing.
B.
Tabungan
Sukarela Masyarakat
Yang dimaksud tabungan
sukarela masyarakat adalah bagian pendapatan yang diterima masyarakat yang
secara sukarela tidak digunakan untuk konsumsi. Tabungan masyarakat baru akan
memberikan sumbangan kepada usaha pembangunan apabila
1.
Para peminjam menggunakan tabungan
secara produktif, yaitu modal yang mereka pinjam akan digunakan untuk menaikan
produksi barang dan jasa dalam masyarakat.
2. Tabungan
di alirkan ke badan- badan keuangan dan selanjutnya badan-badan keuangan
meminjamkanya kepada para pengusaha yang ingin melakukan penanaman modal yang
produktif.
3. Salah
satu Fakator yang menentukan tingkat tabungan sukarela adalah tingkat
pendapatan per kapita tersebut (Chenery dan Sirquin Bab 7).
a. Langkah
– langkah untuk Meningkatkan Tabungan Sukarela
Dalam membahas masalah
tabungan sukarela, perlulah dibedakan dua pengertian berikut : kesanggupan
menabung (ability to save) dan keamanan untuk menabung (willingness to save).
b. Peranan Pasar Modal dan Pengumpul Dana Lain
Salah satu faktor yang
membedakan kesanggupan menabung dan kemauan untuk menabung adalah
ketidaksempurnaan badan – badan keungan. Badan – badan keungan di negara
berkembang masih belum mampu secara maksimal mengerahkan potensi tabungan yang
ada dalam masyarakat dan mengalirkannya ke kegiatan – kegiatan ekonomi yang
produktif.
c. Peranan
Bank Komersial
Di negara – negara di
mana pasar modal dan pasar uang belum cukup berkembang, pengerahan tabungan
sukarela terutama dilakukan oleh bank-bank komersial. Bank ini bukan saja
menampung tabungan masyarakat tetapi menampung pula dana masyarakat dan dana
perusahaan yang belum digunakan.
d. Peranan
kestabilan perekonomian
Di samping menggiatkan
usaha – usaha untuk menyempurnakan keadaan lembaga keuangan, dan mempertinggi
kemauan menabung, pemerintah haruslah berusaha untuk mestabilkan keadaan
perekonomian.
e. Komsumsi
bersifat kemewahan perlu di awasi
Akhirnya kebijakan untuk
meningkatkan kemauan masyarakat untuk menabung haruslah perlu disertai dengan
usaha untuk menguragi komsumsi masyarakat bersifat kemewahan.
C.
Menaikkan Tabungan Pemerintah
Tabungan pemerintah
merupakan kelebihan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber – sumber
lainnya, setelah pendapatan itu digunakan untuk pengeluaran rutin. Pendapatan
pemerintah terutama diperoleh dari pemungutan berbagai pajak.
a.
Pajak Sebagai Sumber Pendapatan
Pemerintah
Berbagai jenis pajak
yang dipungut perintah biasanya dibedakan dalam dua golongan, yaitu pajak
langsung (derect taxes) dan pajak tidak langsung (indirect taxes)
b.
Beberapa Kebijakan Untuk Menaikan Pendapatan
dari Pajak
Sebagai salah satu
kebijakan untuk mempercepat proses pembangunan perlulah dilakukan usaha untuk
meningkatkan tabugan pemerintah. Tjunan ini hanya dapat di capai apabila
tingkat pertambahan pendapatan pemerintah berkembang lebih cepat dari tingkat
pengeluaran rutin pemerintah.
c.
Syarat untuk Menaikan Pendapatan Pajak
Langsung
Di negara berkembang
masih terdapat kemungkinan untuk menaikan penerimaan pemerintah dari pajak
langsung, terutama dari pajak pendapatan dan pajak kekayaan. Harus di akui
bahwa meningkatkan penerimaan pemerintah dari sumber tersebut akan menghadapi
kesulitan.
d.
Meningkatkan Penerimaan Pajak dari
Sektor Pertanian
Salah satu langkah
untuk mengatasinya adalah menciptakan seuatu sistema perpajakan yang sesuai agar
pendapatan pajak dari sektor pertanian, yang merupakan sektor terbesar di
negara berkembang, dapat ditingkatkan.
e.
Meningkatkan Penerimaan dari Pajak
Kekayaan
Satu jenis pajak
langsung lain yang masih dapat diharapkan untuk menaikkan pendapatan pemerintah
dari pajak adalah pajak kekayaan. Pajak seperti ini dapat dikenakkan kepada
kekeyaan seseorang yang beupa tanah, rumah dan bangunan.
f.
Meningkatkan Penerimaan dari Pajak
Perusahaan
Satu sumber penting lain pendapatan pemerintah dari
pajak langsung adalah pajak pendapatan perusahaan.
D.
Anggaran Belanja Defisit Sebagai Cara
Pengerahan Modal
a.
Menaikkan Tabungan Pemerintah Melalui
Penghematan
Sampai pada tingkat
tertentu kekurangan tabungan pemerintah dapat diatasi dengan mengadakan
penghematan dalam berbagai jenis pengeluaran rutin. Salah satu langkah umum
yang dilakukan adalah mengurangi subsidi kepada perusahaan pemerintah, termasuk
perusahaan vital seperti perusahaan air minum, listrik, dan angkutan kereta
api.
b.
Sumber Pembiyaaan Anggaran Belanja
Defisit
Apabila suatu negara
mengambil langkah kebijakan anggran belanja deficit, maka deficit tersebut
dapat dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan berikut : (i) meminjam dari
masyarakat, lembaga-lembaga keungan di luar bank komersial (bank tabungan,
perusahaan asuransi, pasar modal dan sebagainya), bank-bank komersial sentral;
dan (ii) mencetak uang.
c.
Kelemahan Anggaran Belanja Defisit
Dalam analisis
makroekonomi, anggaran belanja deficit merupakan kebijakak yang perlu
dijalankan apabila perekonomian menghadapi masalah pengganguran serius.
d.
Melaksanakan Anggaran Belanja deficit
Tanpa Inflasi
Di negara berkembang
masih terdapat kemungkinan menerapkan anggaran belanja pemerintah secara
deficit tanpa menimbulkan inflasi, yaitu apabila salah satu gabungan dari
beberapa syarat yang diuraikan di bawah ini di penuhi.
Pertama, deficit yang terjadi
terutama dibiayai oleh penjaman masyarakat dan lembaga-lembaga keungan di luar
bank komersial dan bank sntral.
Kedua, secara umum dapat dikatakan
bahwa di negara berkembang kegiatan pembangunan dalam setengah abad belakangan
ini telah menyebabkan mereka sanggup menyediakan tenaga ahli, tenaga
pendidikan, tenaga usahawan atau entrepreneur dan barang-barang modal yang
cukup besar
Ketiga, anggaran belanja pemerintah
secara deficit dapat juga dijalankan apabila cadangan valuta asing cukup besar
atau pendapatan ekspornya jauh melebihi pengeluaran impor.
E.
Inflasi
Dan Pembangunan Ekonomi
Walaupun pembangunan
dibiyai dengan cara pembiyaan deficit merupakan salah satu jalan ke luar paling
mudah untuk menutupi kekurangan dana pembangunan.
a.
Pandangan Golongan Monetaris
Golongan Monetaris
menganggap bahwa disebabkan oleh kelebihan dalam penawaran uang dan permintaan
agregat masyarakat. Padangan ini sejalan dengan pandangan teori konvensional,
yaitu apabila permintaan terus bertambah, sedangkan kapasitas untuk
memproduksikan barang-barang telah mencapai tingkat maksimal berarti penawaran
tidak dapat ditambah lagi maka inflasi akan terjadi.
b.
Pandangan Golongan Strukturalis
Golongan Strukturalis
pada hakikatnya berpendapat bahwa inflasi di negara berkembang disebabkan oleh
kelemahan dalam struktur ekonomi. Menurut golongan strukturalis, walaupun dalam
masyarakat tidak terdapat ekspansi moneter, inflasi dapat juga terjadi.
c.
Pandangan Umum Ahli-ahli Ekonomi
Banyak ahli-ahli
ekonomi yang tidak menyetujui pelaksanaan kebijakan mempercepat pembangunan
dengan menggunakan ekspansi moneter yang berlebih-lebihan sehingga menimbulkan
masalah inflasi.
F.
Dana
Yang Berasal Dari Luar Negeri
Seperti telah
dinyatakan, sumber lain dari dana untuk pembangunan diperoleh dari luar negeri.
Bentuknya dapat dibedakan kepada tiga golongan : bantuan luar negeri, pinjaman,
dan penanaman modal asing. Dana luar negeri memberikan dua sumbangan penting
kepada usaha pembangunan : (i) sebagai suplemen kepada dana pembangunan yang
tersedia di dalam negeri; dan (ii) menambah aliran devisa kedalam negeri.
a.
Bantuan Luar Negeri
Aliran modal dari luar
negeri dinamakan bantuan luar negeri apabila ia mempunyai dua cirri-ciri
berikut: (i) aliran modal yang berlaku bukan didorong oleh tujuan untuk mencari
keuntungan dan (ii) dana tersebut diberikan kepada negara penerima atau
dipinjamkan dengan syarat yang lebih ringan daripada yang berlaku dalam pasar
internasional.
b.
Ciri pinjaman Bersayarat Ringan
Besarnya unsure bantuan
yang terkandung dalam pinjaman luar negeri tergantung pada syarat – sayarat
pembayaran kembali, yaitu :
1.
Kepada tenggang waktu (grace period)
atau jangka waktu dalam cicilan pembayaran kembali pinjaman tidak perlu
dilakukan.
2. Kepada
jangka waktu pembayaran kembali ( maturity atau amortazion period).
3.
Kepada tingkat bungan atas bantuan yang
diberikan.
KESIMPULAN
Pengerahan modal untuk sumber dana pembangunan dapat
ditempuh dengan dua cara yaitu :
1. Modal
dalam negeri berupa peningkatan tabungan sukarela masyarakat, tabungan
pemerintah dan tabungan paksa.
2. Modal
Pemerintah atau tabungan pemerintah, Tabungan pemerintah merupakan kelebihan
pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber – sumber lainnya, setelah
pendapatan itu digunakan untuk pengeluaran rutin. Pendapatan pemerintah
terutama diperoleh dari pemungutan berbagai pajak.
3. Pembangunan
ekonomi yang telah berlangsung di negara maju maupun negera berkembang tidak
memberikan gambaran yang seragam mengenai kaitan antara inflasi dan pembangunan
ekonomi.
4. Demikian
juga pembangunan ekonomi di negara Amerika Latin pada masa sesudah Perang Dunia
II menunjukan gambaran yang sama coraknya dengan yang terjadi di negara maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar