MAKALAH
FUNGSI PERENCANAAN
OLEH:
SULFADLI
02120110017
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran
Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat, taufik, dan hidayahnya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini.
Shalawat dan salam penulis kirimkan atas
junjungan Nabi Muhammad SAW, karena beliaulah yang mengantarkan kita dari alam kegelapan
menuju alam yang terang menerang sehingga dapat kami ketahui yang mana yang hak
dan yang mana yang bathil.
Penulis tak lupa ucapkan terimah kasih
kepada Dosen dan teman-teman kami yang telah memberikan pelajaran yang sangat berharga
kepada kami mudah-mudahan Allah SWT memberikan pahala di sisinya, Amin.!
Makassar, 20 April 2013
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Perencanaan (planning)
merupakan proses dasar untuk memilih tujuan dan menetapkan bagaimana caranya
mencapainya. Merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumberdaya manusia (human
resources), sumberdaya alam (natural resources), dan sumberdaya
lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan.
Rencana ini
di rancang untuk mencapai tujuan organisasi yang luas, yaitu untuk melaksanakan
misi yang merupakan satu-satunya alasan kehadiran organisasi tersebut.
Perencanaan Strategis adalah proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan
kebijakan, dan program yang perlu untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu,
serta penetapan metode yang perlu untuk menjamin agar kebijakan dan program
strategis itu dilaksanakan. Rencana Strategis adalah proses perencanaan jangka
panjang yang formal untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi.
Perencanaan strategis memberikan kerangka
kerja bagi kegiatan perusahaan yang dapat meningkatkan ketanggapan dan
berfungsinya perusahaan.
BAB II
FUNGSI PERENCANAAN
1. Konsep Dasar Perencanaan dalam
Manajemen
Perencanaan (planning)
merupakan proses dasar untuk memilih tujuan dan menetapkan bagaimana caranya
mencapainya. Merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumberdaya manusia (human
resources), sumberdaya alam (natural resources), dan sumberdaya
lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan. Dengan demikian
pengertian Perencanaan dapat dilihat dari tiga sisi :
a. Dari sisi
Proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk
memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan
dicapai.
b. Dari
sisi Fungsi Manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan
pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau mengubah tujuan dan kegiatan
organisasi.
c. Dari sisi
Pengambilan Keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka
waktu yang panjang atau yang akan dating mengenai apa yang akan dilakukan,
bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, dimana
keputusan yang diambil belum tentu sesuai, hingga implementasi perencanaan
tersebut dibuktikan dikemudian hari.
George R.
Terry, menyatakan bahwa untuk mengetahui apakah perencanaan itu baik atau tidak
dapat dijawab melalui pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai Perencanaan, yaitu ;
WHAT, WHY, WHERE, WHEN, WHO dan HOW.
2. Tahap Dasar Perencanaan
Ada 4 tahap
langkah perencanaan dan ini dapat disesuaikan dengan semua kegiatan perencanaan
pada semua tingkat di dalam organisasi.
Langkah 1 :
Tetapkan
tujuan atau seperangkat tujuan. Perencanaan dimulai dengan
keputusan tentang apa yang diinginkan atau dibutuhkan oleh suatu organisasi
atau sub unit.
Langkah 2 :
Definisikan situasi saat ini. Berapa
jauhkah organisasi atau sub unit itu dari sasaran-sasarannya ? Sumberdaya
apakah yang tersedia untuk mencapai sasaran tersebut ?. Hanya setelah keadaan
sekarang dianalisis, maka rencana dapat disusun untuk membuat rencana
selanjutnya.
Langkah 3 :
Identifikasi
hal-hal yang membantu dan menghambat tujuan-tujuan.
Faktor-faktor apa dalam lingkungan internal dan eksternal yang dapat membantu
organisasi mencapai sasarannya ? Faktor-faktor apa yang mungkin menimbulkan
masalah ?
Langkah 4 :
Kembangkan rencana atau perangkat tindakan
untuk mencapai tujuan. Langkah terakhir dari proses perencanaan melibatkan
berbagai alternatif arah tindakan untuk mencapai sasaran yang di inginkan,
mengevaluasi alternatif-alternatif yang ada dan memilih diantara alternatif tersebut
yang paling sesuai untuk mencapai sasaran.
Dalam setiap
organisasi, perencanaa disusun dalam suatu hierarki yang sejajar dengan
struktur organisasi. Pada setiap hierarki umumnya perencanaan memiliki dua
fungsi, yaitu :
- Menetapkan tujuan yang akan dicapai pada hierarki yang lebih rendah.
- Sebagai alat untuk mencapai perangkat tujuan pada hierarki lebih tinggi
3. Perencanaan Strategis Dan
Perencanaan Operasional
Stoner dan Wankel,
mengklasifikasikan rencana menjadi dua jenis utama :
1. Rencana Strategis
( Strategic Plan),
Rencana ini di rancang untuk mencapai tujuan
organisasi yang luas, yaitu untuk melaksanakan misi yang merupakan satu-satunya
alasan kehadiran organisasi tersebut.
Perencanaan Strategis adalah proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan
kebijakan, dan program yang perlu untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu,
serta penetapan metode yang perlu untuk menjamin agar kebijakan dan program
strategis itu dilaksanakan.
Rencana Strategis adalah proses perencanaan jangka panjang yang formal untuk
menentukan dan mencapai tujuan organisasi.
Perencanaan strategis memberikan kerangka
kerja bagi kegiatan perusahaan yang dapat meningkatkan ketanggapan dan
berfungsinya perusahaan.
Kelebihan menggunakan rencana
strategis, antara lain :
1.
Dengan rencana strategis, manajer
dapat menentukan tujuan secara jelas dan metode pencapaiannya kepada
organisasinya.
- Membantu manajer mengantisipasi permasalahan sebelum muncul dan memecahkannya sebelum menjadi lebih buruk.
- Membantu manajer mengenal peluang yang mengandung resiko dan peluang yang aman dan memilih diantara peluang yang ada.
- Mengurangi kemungkinan deviasi dan kejutan yang tidak menyenangkan, karena sasaran, tujuan dan strategi untuk penelitian yang saksama.
- Melalui rencana Strategis, manajer dapat memperbesar kemungkinan untuk membuat keputusan yang tahan menghadapi ujian waktu.
Kelemahan penggunaan Rencana
Strategis, sbb :
1.
Bahaya terciptanya birokrasi besar
para perencana yang dapat menghilangkan hubungan dengan produk dan pelanggan
perusahaan.
2.
Kadang-kadang perencanaan strategis
cendrung membatasi organisasi pada pilihan yang paling rasional dan bebas
resiko.
2. Rencana
Operasional (Operational Plan)
Rencana Operasional memberikan
rincian tentang bagaimana rencana strategis itu dilaksakan Rencana operasional
terdiri atas rencana sekali pakai dan rencana tetap.
- Rencana sekali pakai (single use plan), Rencana sekali pakai dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu dan ditinggalkan manakala tujuan tersebut telah dicapai. Rencana sekali pakai merupakan arah tindakan yang mungkin tidak akan terulang dalam bentuk yang sama di masa yang akan datang, miss :
1.
Program (programs), program mencakup
serangkaian aktivitas yang relatif luas. Suatu program menjelaskan
langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Dan unit
atau anggota yang bertanggung jawab untuk setiap langkah.
2.
Proyek (Project), proyek adalah bagian program
yang lebih kecil dan mandiri.
3.
Anggaran (Budget), adalah pernyataan tentang
sumberdaya keuangan yang disediakan untuk kegiatan tertentu dalam waktu
tertentu pula.
2.
Rencana Tetap (Standing Plan)
Rencana
tetap merupakan pendekatan yang sudah dilakukan untuk menangani situasi yang
terjadi berulang (repetitive) dan dapat diperkirakan, antara lain :
1).
Kebijakan (policy)
Kebijakan
adalah suatu pedoman umum dalam pengambilan keputusan. Yang
berhak membuat kebijakan dalam suatu organisasi adalah
manajer puncak (top manajer).
2). Prosedur
Standar (Standard procedure)
Implementasi
kebijakan dilakukan melalui garis pedoman lebih detail yang disebut prosedur
standar atau metode standar. Suatu prosedur memberikan seperangkat petunjuk
detail untuk melaksanakan urutan tindakan yang sering atau biasa terjadi.
3).
Peraturan (rules)
Peraturan
adalah pernyataan bahwa suatu tindakan harus dilakukan atau tidak boleh
dilakukan dalam situasi tertentu. Peraturan merupakan rencana tetap yang paling
jelas dan bukan merupakan pedoman pemikiran atau pengambilan keputusan.
Gambaran mengenai pembagian
perencanaan di atas secara ringkas dapat dilihat sbb :
3.
Management By Objective (MBO)
Managemen By
Objective (MBO) atau Manajemen Berdasarkan Sasaran dipopulerkan sebagai
pendekatan pada perencanaan oleh Peter Drucker pada th 1954 di dalam bukunya
yang berjudul “The Practice of Management”. MBO ini mengacu pada seperangkat
prosedur yang formal atau agak formal dimulai dengan penetapan sasaran dan
dilanjutkan sampai peninjauan kembali hasil pelaksanaannya. Kunci terhadap MBO
ialah bahwa MBO merupakan proses partisipasi atau peran serta, yaitu secara
aktif melibatkan para manajer dan anggota staf pada setiap tingkat organisasi.
MBO adalah
metode yang digunakan manajer dan karyawan untuk menjelaskan tujuan dari setiap
departemen, proyek dan orang serta menggunakan untuk mengawasi kinerja berkelanjutan.
Ada empat langkah dari proses MBO
agar pelaksanaan MBO dapat berhasil.
- Menetapkan tujuan (set goal), Ini merupakan langkah yang sulit dalam MBO karena melibatkan kryawan dari setiap tingkatan organisasi. Tujuan yang baik harus konkret dan realistis, memberikan target yang spesifik dan jangka waktu tertentu, serta memerlukan tanggung jawab.
- Mengembangkan rencana pelaksanaan (develop action plan), sebuah rencana pelaksanaan menjelaskan arah tindakan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Rencana pelaksanaan disusun untuk individu sekaligus departemen.
- Meninjau kemajuan yang dicapai, (review progress), Kemajuan secara periodic adalah hal penting untuk menjamin rencana pelaksanaan dijalankan dengan baik. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara informal antara manajer dan bawahan, dimana organisasi dapat melakukan pemeriksaan tiap tiga, enam atau sembilan bulan dalam satu tahun. Pemeriksaan periodik ini membuat manajer dan karyawan memerhatikan apakah mereka berada dalam target atau tindakan korektif yang diperlukan.
- Penghargaan atas kinerja keseluruhan (appraise overall performance), langkah akhir dari MBO adalah secara cermat mengevaluasi apakah tujuan tahunan telah dicapai baik oleh individu maupun departemen. Keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan dapat menjadi bagian dari system penilaian kinerja dan arah dari kenaikan penghasilan dan penghargaan lainnya. Penghargaan atas kinerja departemen dan perusahaan secara keseluruhan menentukan tujuan untuk tahun berikutnya.
Kelebihan – kelebihan dari program
MBO
- Memberikan kesempatan kepada para individu untuk mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
- Membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan sasaran dan waktu yang ditargetkan.
- Meningkatkan komunikasi antara para manajer dan bawahan.
- Membuat para manajer lebih menyadari tentang sasaran organisasi
- Membuat proses manajemen lebih wajar dengan memusatkan pada suatu pencapaian. Program ini juga memberi kesempatan kepada para bawahan untuk mengetahui sebaik mana mereka bekerja dalam kaitannya dengan sasaran organisasi.
BAB III
SIMPULAN
Stoner dan Wankel,
mengklasifikasikan rencana menjadi dua jenis utama :
1. Rencana Strategis ( Strategic
Plan),
Rencana ini di rancang untuk mencapai tujuan
organisasi yang luas, yaitu untuk melaksanakan misi yang merupakan satu-satunya
alasan kehadiran organisasi tersebut.
2. Rencana Operasional
(Operational Plan)
Rencana
Operasional memberikan rincian tentang bagaimana rencana strategis itu
dilaksakan Rencana operasional terdiri atas rencana sekali pakai dan rencana
tetap.
3. Management By Objective (MBO)
Managemen By
Objective (MBO) atau Manajemen Berdasarkan Sasaran dipopulerkan sebagai
pendekatan pada perencanaan oleh Peter Drucker pada th 1954 di dalam bukunya
yang berjudul “The Practice of Management”. MBO ini mengacu pada seperangkat
prosedur yang formal atau agak formal dimulai dengan penetapan sasaran dan
dilanjutkan sampai peninjauan kembali hasil pelaksanaannya. Kunci terhadap MBO
ialah bahwa MBO merupakan proses partisipasi atau peran serta, yaitu secara
aktif melibatkan para manajer dan anggota staf pada setiap tingkat organisasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Boediono. 2002. Seri
Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 1 Ekonomi Mikro, Penerbit
BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.
Engel, James
F., Blackwell, Roger D., dan Miniard, Paul W., 1994. Perilaku Konsumen,
Alih bahasa
Budiyanto, Binarupa Aksara, Jakarta,.
http://Pakarbisnisonline.blogspot.com/2009/2/makalah-pengertian-pemasaran-dan.html
diakses tanggal 02 Januari 2009
N. Gregory Mankiw,
2006. Principles of Enconomics, Pengantar Ekonomi Mikro, Edisi 3,
Penerbit Salemba Empat. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar